Review Lengkap Smartphone ASUS ZenFone 6

ASUS ZenFone 6 menggunakan SoC Intel CloverTrail+ dengan prosesor dual core quad thread Intel Atom Z2580 berkecepatan 2 GHz yang disertai dengan GPU PowerVR SGX544MP2. Smartphone ini menggunakan RAM Sebesar 2 GB dan memiliki storage internal 8 GB dengan tambahan slot microSD. Perangkat dual SIM ini pun juga telah dilengkapi dengan layar IPS 6 inci beresolusi 1280×720 yang dibalut dengan pelindung dari Corning, Gorilla Glass 3. Sistem operasi yang digunakan adalah Android Jelly Bean 4.3. Ssmartphone ini telah dipersenjatai dengan baterai sebesar 3230 mAh. Oh iya, ASUS ZenFone 6 tidak mendukung USB On-The-Go. Zenfone 6 adalah sebuah phablet Android 4.3 dengan ukuran layar 6 inci. Phablet ini, bersama saudara Zenfone-nya, Zenfone 4 dan 5, bisa dibilang menggebrak pasar smartphone saat ini, dikarenakan speknya yang termasuk wah, sebut saja: prosesor Intel Atom Dual Core 2GHz, RAM 2GB dan kamera 13MP, namun memiliki harga Rp. 3.099.000, yang notabene ada di bawah pasaran perangkat dengan spek sebanding.

Review Lengkap Smartphone Asus ZenFone 6

Asus ZenFone 6

Ini spesifikasi utama Zenfone 6 lainnya:

Prosesor Intel Atom Z2580 dual core 2GHz
RAM 2GB, storage internal 8GB, slot micro SD up to 64GB
Android 4.3 Jelly Bean (upgradeable to Kitkat 4.4) dengan antarmuka Asus Zen
Layar 6 inci IPS resolusi HD (1280×720 piksel, 245 ppi) dengan lapisan Gorilla Glass 3 dan panel ultra sensitif untuk penggunaan dengan sarung tangan
Kamera belakang (Panasonic) PixelMaster 13MP dengan autofokus, apertur f/2.0, kamera depan 2MP
Perekaman video 1080p
Dual SIM (DC-HSDPA+), WiFi, Bluetooth, Micro USB, GPS
Baterai non-removable 3230mAh

Apakah performa Zenfone 6 sebaik yang dijanjikan oleh speknya?
Smartphone dengan layar 6 inci ini didesain dengan model unibody. Kekurangan dari model seperti ini adalah pengguna tidak dapat mengganti baterai perangkat ini tanpa harus mendatangi service center-nya. Jika dipaksakan, tentu saja akan menghanguskan garansi. Untuk desain tampilan, ASUS sudah memasukkan ZenUI, sebuah theme yang baru diperkenalkan pada saat peluncuran ZenFone lalu. Ada banyak feature pada theme serta launcher yang satu ini. Zenfone 6 yang dibekali berbagai fitur ala smartphone premium plus performa mumpuni dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat.

Impresi Desain dan Material, Kualitas Layar Asus Zenfone 6
Secara garis desain, ketiga Zenfone Series sama saja. Inpirasinya adalah dari Asus Padfone yang keluar tahun lalu. Terutama dari bezel depan bagian bawah, yang memiliki pola melingkar dan berkilau metalik, membuat desain Zenfone menjadi elegan. Sementara material casing samping dan belakang adalah material plastik dengan finishing doff, yang relatif terlihat lebih mewah daripada plastik dengan finishing glossy.

Ponsel yang satu ini tampil layaknya ponsel kelas premium dengan detail yang sangat elegan.Bagian bawah layar diberi aksen bezel logam yang memiliki efek kilau cahaya yang berputar. Bodi ponsel ini di sisi belakang tampak menipis di tepi, kemudian melengkung dan lebih tebal ditengah, membuat ponsel ergonomis dan nyaman digenggam. Jika pada varian 4 dan 5 inci tersedia pilihan warna yang lebih cerah, ponsel ini tersedia dalam warna yang lebih memberi kesan mewah.

Material plastik yang digunakan memiliki finishing doff, jadi perangkat tidak licin saat Anda berkeringat. Lagipula casing belakang tersebut bisa diganti-ganti. Jika Anda membeli warna merah dan sudah bosan setelah beberapa saat, Anda bisa membeli casing warna kuning misalnya. Asus juga melengkapi aksesoris Zenfone dengan semacam Smart Cover, dengan sistem ganti casing. Zenfone cukup ergonomis saat digenggam, meski bagian samping agak kaku, namun bagian belakang yang agak melengkung cukup nyaman. Kelemahan dari desain Zenfone 6 menurut kami adalah LED notifikasi yang terlalu kecil, serta tombol volume dan lock / power yang cukup keras.

Mengadopsi layar ukuran 6 inci, layar Zenfone amat memuaskan para penikmat video atau game mobile. Karena tidak hanya besar, namun juga berkualitas. Dilapisi Corning Gorilla Glass 3, layar Zenfone diklaim ultra sensitif, sehingga bisa digunakan saat Anda menggunakan sarung tangan. Kualitas warna cukup cerah dan memuaskan mata, namun tidak sampai terjebak menjadi tidak natural. Ini dikarenakan penggunaan layar IPS pada Zenfone 6. Warna hitamnya cukup bagus, sementara layar terlihat natural, namun tetap vibrant dan enak dipandang, serta memiliki sudut pandang yang sangat baik.

Merasa layar Zenfone Anda kurang natural? Atau justru kurang nendang? Ada teknologi Asus Splendid, yang memungkinkan Anda untuk mengatur suhu warna (white balance) dan saturasi pada layar sesuai dengan yang Anda inginkan. Tiga poin yang dapat diubah adalah Temperature (kebiruan sampai kekuningan), Hue (kemerahan sampai kehijauan) dan Saturation (makin tinggi warna makin kuat). Saat Saturasi diubah ke titik terendah, layar menjadi hitam putih. Splendid ini bukan pengaturan dari menu Setting, melainkan sebuah aplikasi bawaan dari Zenfone Series.

Mengenai ketajaman, layar Zenfone 6 tidak mengecewakan, meski besar (6 inci) namun terlihat cukup baik, dan tidak memiliki efek negatif seperti bergaris, yang terjadi pada ponsel 720p kelas menengah lainnya. Secara keseluruhan tidak sebagus juniornya, Zenfone 5, yang punya resolusi sama namun layar lebih kecil 1 inci, namun secara keseluruhan layar Zenfone 6 memang lebih baik dari rata-rata ponsel di rentang harga serupa.

Antar Muka dan Input Teks
Zenfone series menggunakan Zen UI. Antarmuka buatan Asus ini memiliki desain agak mirip dengan vendor senegara Asus, yakni HTC dengan Sense UI. Perbedaannya, Zen UI terlihat lebih fun dan santai, dengan ikon-ikon penuh warna-warni dan flat. Secara keseluruhan antarmuka Asus relatif cantik dan menyegarkan untuk ukuran smartphone Android.
.
Di area lockscreen, seperti biasa ada informasi jam dan tanggal, schedule serta tiga akses pintas utama, yakni kamera, panggilan dan SMS. Sementara tampilan bar notifikasi lebih lucu, dengan ikon-ikon Quick Settings berbentuk bundar. Ada total 12 Quick Settings beserta informasi pemilik di sini. Dari 12 ikon tersebut, Anda bisa sembunyikan beberapa sesuka Anda.

Tidak ada yang spesial maupun aneh dengan homescreen pada Asus Zenfone 6. Cubit layar ke arah dalam untuk mengatur masing-masing halaman layar Home. Di menu Recent Apps tidak ada task manager bawaan untuk manajemen RAM pada Asus Zenfone 6. Menu utama bisa menampilkan seluruh aplikasi, aplikasi terunduh dan aplikasi yang sering digunakan. Selain itu, tiap ikon aplikasi bisa disembunyikan atau diberi pengamanan berupa password.

Tidak usah dikatakan kalau mengetik di Zenfone 6 dengan satu tangan tidak dimungkinkan karena ukuran yang cukup besar. Selain itu, keyboard bawaan cukup nyaman ketika digunakan untuk mengetik. Ada fungsi swipe, serta penggunaan yang mudah untuk menambah perbendaharaan kata pada dictionary. Selain itu tentunya fitur-fitur biasa seperti Auto Capitalization, auto punctuation, auto spacing dan sebagainya. Sayangnya tidak ada fitur yang mempermudah pengetikan satu tangan seperti keyboard yang dipisah dua atau keyboard yang mengecil dan ditempatkan di pinggir.

Asus membekali Zenfone series dengan fitur yang cukup berlimpah. Seperti Do It Later, File Manager, Setup Wizard, Splendid, Super Note dan What’s Next. Secara keseluruhan, performa Zenfone 6 sangat memuaskan dibanding perangkat di rentang harga serupa. RAM 2GB sangat membantu, demikian juga prosesor Intel, meski dual core namun performa terasa tidak beda jauh dibanding prosesor quadcore milik ponsel kelas menengah lainnya.

Kamera dan Perekam Video
Kamera merupakan salah satu fitur unggulan pada Asus Zenfone Series. Untuk Zenfone 6, Asus membekalinya dengan kamera terbaik dibanding jajaran Zenfone lain. Dengan bukaan besar f/2.0 dan mode Low Light dengan teknologi Pixel Merging membuat Asus berani menantang ponsel lain untuk berfoto dalam gelap. Mode Low Light ini menggabungkan 4 piksel menjadi satu. Dipadu dengan algoritma optimalisasi gambar, hasil foto menjadi lebih terang.

Namun sebagai imbas penggabungan 4 piksel, resolusi foto berkurang dari 4096×3072 piksel (13MP) menjadi 2048×1152 piksel. Tidak hanya mode Low Light yang ada di kamera Zenfone. Mode lainnya adalah Auto, Time Rewind, HDR, Panorama, Night, Selfie, Miniature, Depth of Field, Smart Remove, All Smiles, Beautifications dan GIF Animation. Juga ada berbagai fitur seperti pengaturan tingkat kecerahan, GPS, white balance, ISO, eksposur dan sebagainya.

Penggunaan kamera cukup mudah, seakan-akan Anda akan dituntun untuk membuat foto yang baik. Software akan merekomendasikan mode yang diperlukan, misalnya kalau kondisi ruangan gelap, akan ada ikon Low Light untuk segera berganti mode dengan mudah. Untuk berpindah ke Burst Mode juga mudah, ada tombol akses cepat ”Turbo” di dekat tombo shutter virtual. Namun resolusi untuk burstmode diturunkan menjadi 2048×1152 piksel. Pengaturan baik foto maupun video menjadi satu, dipisahkan dengan kategori yang jelas. Anda bisa menggunakan tombol volume sebagai shutter, atau sebagai zoom digital.

Hasil kamera sebagian besar bagus, namun terkadang tidak natural. Dalam beberapa kondisi tertentu, pengolah gambar pada software terlalu agresif dalam menghasilkan foto. Ini bisa diminimalisir dengan mematikan fitur Optimization pada menu pengaturan. Yang kurang bagus pada hasil foto Zenfone 6 adalah LED Flash yang kurang menyebar, sehingga foto menjadi terlalu terang di tengah saja dan menjadi tidak terpakai. Mode HDR pada Zenfone 6 cukup berguna dalam foto di mana obyek membelakangi sumber cahaya, meski imbasnya hasil kurang natural, namun foto terlihat bagus.

Yang perlu dicatat adalah Low Light Mode. Selain menggabungkan 4 piksel menjadi 1, Asus juga memperlambat shutter speed sehingga cahaya yang masuk lebih banyak. Jangan Anda harapkan foto yang sangat bersih dalam kondisi gelap-gelapan, namun paling tidak dengan mode ini, Anda bisa memotret dalam gelap lebih baik daripada kebanyakan smartphone, bahkan dibandingkan dengan kebanyakan pocket digicam sekalipun.
Sementara untuk perekaman video tentu fiturnya kurang berlimpah dibanding kamera. Tercatat hanya ada mode Auto, Low Light, Miniatur dan Time Lapse untuk perekaman video. Untuk mode Low Light perekaman video berkurang resolusinya dari 1920×1080 piksel menjadi 1280×720 piksel. Hasil perekaman video bagus dan jernih, agak kurang natural, tapi bagus, warnanya vibrant dan jernih. Adanya tombol pause cukup berguna dalam merekam momen yang Anda inginkan saja. Tidak adanya OIS membuat hasil perekaman video agak goyang-goyang, namun sejujurnya tidak terlalu mengganggu.

Galeri Foto dan Pemutar Video
Tidak ada yang spesial dari galeri foto pada Asus Zenfone 6. Anda bisa melakukan sinkronisasi dengan akun Google Drive, Google+ dan layanan berbasis awan lain, seperti Asus WebStorage, Facebook, Flickr dan sebagainya. Galeri bawaan Asus ini juga bisa menggunakan deteksi wajah , serta menjadikan thumbnail foto dengan wajah berada di tengah thumbnail. Salah satu fitur menarik adalah Anda bisa dengan mudah melihat detil foto / data exif dengan adanya ikon anak panah mengarah ke atas. Detil-detil fokal lensa, tingkat ISO, kecepatan rana dan bukaan apertur langsung terlihat.

Pemutar video Zenfone 6 bisa dibilang kurang maksimal. Hanya video mp4 dan mkv yang terputar, sedangkan untuk format wmv, avi dan mov tidak terbaca. Demikian juga dengan subtitle berformat .srt. Padahal dengan layar besar dan bagus, penggunaan Zenfone 6 untuk menonton film HD pasti menyenangkan. Solusinya mudah saja, cukup instal aplikasi pemutar video pihak ketiga seperti MX Player, Mobo dan sebagainya.

Pemutar Musik
Tampilan pemutar musik pada Zenfone 6 didominasi warna hijau. Lagu-lagu yang ada dapat dikelompokkan berdasarkan Albums, Artist, Songs, Genres, Composer dan Folder. Tidak ada pengaturan efek suara dan ekualiser sama sekali pada Zenfone. Namun ada Music Mode yang menggunakan teknologi SonicMaster dari Asus. Mode yang ada antara lain Power Saving Mode, Music Mode, Movie Mode, Recording Mode, gaming Mode dan Speech Mode. Keluaran suara via loudspeaker kencang dan jernih, namun seperti selayaknya smartphone, didominasi oleh treble.

Konektivitas

Dual SIM
3G DC-HSDPA+
Wi-fi 802.11 b/g/n
Bluetooth 4.0 dengan A2DP
Micro USB
Micro SD
Jack audio 3.5mm

Web Browser
Untuk menjelajahi dunia maya, pengguna Asus Zenfone 6 dapat menggunakan Google Chrome sebagai mesin penjelajah web. Warna putih pada layar yang bagus dan natural membuat browsing relatif nyaman. Performa saat membuka website versi desktop dengan banyak konten masih cepat dan smooth. Ada beberapa fitur standar seperti Incognito, Share, Find, dan pengaturan-pengaturan standar seperti privasi, aksesibilitas,konten dan lain-lain.

Daya Tahan Baterai

Review dan Screenshot (layar terus menyala): Dalam waktu 188 menit (3 jam 8 menit) indikator baterai menurun 44 persen
Menonton video film 720p (.mkv): indikator baterai berkurang 4 persen dalam memutar film berdurasi 2 jam (kondisi flight mode, tingkat kecerahan layar 50 persen)

*layar menyala dengan kondisi tingkat kecerahan 50 persen. Internet menggunakan Wi-fi, seluler tidak aktif, mode normal bukan modus power saving yang tersedia di ponsel ini

Kesimpulan
Sebagai perangkat dengan banderol harga Rp. 3 juta lebih sedikit, dalam soal performa Zenfone 6 hampir tidak punya lawan sepadan di rentang harga yang sama. Hanya sesama Intel Inside yang lebih baik, yakni Lenovo K900 yang sudah turun harga, itupun dengan perbedaan masih signifikan dengan Zenfone 6, yakni Rp. 3,7 juta. Lainnya, dalam hal performa Zenfone 6 relatif lebih baik dibandingkan dengan LG Optimus Vu, LG G Pro Lite Dual, Sony Xperia C, Lenovo S820, Lenovo P780, Samsung Galaxy Grand Duos. Dibandingkan dengan beberapa smartphone vendor top dengan banderol di atas Rp. 3,5 juta pun Zenfone 6 memiliki performa lebih menarik. Dari segi desain, penggunaan material dan finishing yang baik memberikan kesan tidak murahan pada phablet ini. Jika Anda punya budget Rp. 3 jutaan dan mencari perangkat Android berlayar besar dengan desain dan performa ala kelas atas, maka Zenfone 6-lah jawabannya.

Kelebihan:

Layar besar yang berkualitas
Performa oke dengan prosesor Intel dan RAM 2GB
Slot micro SD
Desain, material dan finishing relatif oke
Low Light mode pada kamera
Dual SIM

Kekurangan:

Baterai tidak removable
Performa baterai biasa saja
Kamera terkadang tidak natural

Baca juga Review Sensasi Mobil Hybrid Terbaik Sedan Toyota Camry dari nixie4review.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s